PENERAPAN REBUSAN AIR DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH KOTA MAKASSAR
Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang
berisiko tinggi menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal
jantung. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya mengandalkan terapi
farmakologis, namun juga perlu pendekatan nonfarmakologis seperti
penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA). Daun salam (Syzygium
polyanthum) diketahui mengandung flavonoid, tanin, dan minyak atsiri
yang memiliki efek vasodilator dan diuretik sehingga berpotensi
menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan
rebusan air daun salam sebagai intervensi keperawatan dalam
menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja
Puskesmas Maccini Sawah, Kota Makassar. Metode yang digunakan
adalah studi kasus terhadap satu pasien hipertensi dengan pengukuran
tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi rebusan daun salam.
Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah setelah intervensi
diberikan secara rutin. Temuan ini mendukung potensi daun salam
sebagai terapi komplementer yang efektif, aman, dan terjangkau.
Intervensi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas dalam praktik
keperawatan komunitas untuk mendukung pengelolaan hipertensi secara
holistik.
Hypertension is one of the non-communicable diseases that has a
high risk of causing serious complications such as stroke and heart failure.
Hypertension management does not only rely on pharmacological therapy,
but also requires a non-pharmacological approach such as the use of
family medicinal plants (TOGA). Bay leaves (Syzygium polyanthum) are
known to contain flavonoids, tannins, and essential oils that have
vasodilator and diuretic effects so that they have the potential to lower
blood pressure. This study aims to apply boiled bay leaf water as a
nursing intervention in lowering blood pressure in hypertensive patients in
the Maccini Sawah Health Center work area, Makassar City. The method
used is a case study of one hypertensive patient with blood pressure
measurements before and after the bay leaf decoction intervention. The
results showed a decrease in blood pressure after the intervention was
given routinely. These findings support the potential of bay leaves as an
effective, safe, and affordable complementary therapy. This intervention is
expected to be widely applied in community nursing practice to support
holistic hypertension management.
berisiko tinggi menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal
jantung. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya mengandalkan terapi
farmakologis, namun juga perlu pendekatan nonfarmakologis seperti
penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA). Daun salam (Syzygium
polyanthum) diketahui mengandung flavonoid, tanin, dan minyak atsiri
yang memiliki efek vasodilator dan diuretik sehingga berpotensi
menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan
rebusan air daun salam sebagai intervensi keperawatan dalam
menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja
Puskesmas Maccini Sawah, Kota Makassar. Metode yang digunakan
adalah studi kasus terhadap satu pasien hipertensi dengan pengukuran
tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi rebusan daun salam.
Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah setelah intervensi
diberikan secara rutin. Temuan ini mendukung potensi daun salam
sebagai terapi komplementer yang efektif, aman, dan terjangkau.
Intervensi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas dalam praktik
keperawatan komunitas untuk mendukung pengelolaan hipertensi secara
holistik.
Hypertension is one of the non-communicable diseases that has a
high risk of causing serious complications such as stroke and heart failure.
Hypertension management does not only rely on pharmacological therapy,
but also requires a non-pharmacological approach such as the use of
family medicinal plants (TOGA). Bay leaves (Syzygium polyanthum) are
known to contain flavonoids, tannins, and essential oils that have
vasodilator and diuretic effects so that they have the potential to lower
blood pressure. This study aims to apply boiled bay leaf water as a
nursing intervention in lowering blood pressure in hypertensive patients in
the Maccini Sawah Health Center work area, Makassar City. The method
used is a case study of one hypertensive patient with blood pressure
measurements before and after the bay leaf decoction intervention. The
results showed a decrease in blood pressure after the intervention was
given routinely. These findings support the potential of bay leaves as an
effective, safe, and affordable complementary therapy. This intervention is
expected to be widely applied in community nursing practice to support
holistic hypertension management.
Kata Kunci
Hipertensi, daun salam, rebusan herbal, tekanan darah, terapi komplementer, keperawatan komunitas. Hypertension, bay leaves, herbal decoction, blood pressure, complementary therapy, community nursing.
