PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP TINGKAT KOOPERATIF SELAMA MENJALANI PERAWATAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RSUD LABUANG BAJI
Abstrak
Hospitalisasi merupakan suatu kondisi krisis bagi setiap anak yang
dirawat di rumah sakit. Anak harus beradaptasi dengan berbagai situasi sulit
selama dirawat di rumah sakit, seperti perawatan, petugas kesehatan, dan
perpisahan dengan keluarga, terutama orang tuanya.Tujuan dari penelitian ini
adalah Untuk mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif
selama menjalani perawatan pada anak usia prasekolah di RSUD Labuang Baji
Makassar.
Desain penelitian yang digunakan adalah Desain pra-eksperimen
(preexperimental design) dengan rancangan one group pretes-post test .Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan metode
total sampling yang terdiri dari 40 responden yang mengalami hospitalisasi di
RSUD Labuang Baji. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengetahui
tingkat kooperatif anak menggunakan lembar observasi yang terdiri dari 29 item
dengan menggunakan pengukuran skala guttman, Teknik statistik menggunakan
Uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukkan, sebelum pemberian terapi bermain
sebagian besar dari total anak yang dirawat tergolong kurang kooperatif, setelah
pemberian terapi bermain sebagian besar dari total anak yang dirawat
menunjukkan peningkatan tingkat kooperatif. Hasil analisa dari penelitian ini
menggunakan Uji Wilcoxon didapatkan p Value = 0,000 (<0,05)
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh terapi bermain
terhadap tingkat kooperatif selama menjalani perawatan pada anak usia
prasekolah di RSUD, Labuang Baji. Oleh karena terapi bermain dapat dijadikan
sebagai terapi non-farmakologi yang bisa dilakukan secara mandiri untuk
menurunkan tingkat kooperatif pada anak usia prasekolah.
dirawat di rumah sakit. Anak harus beradaptasi dengan berbagai situasi sulit
selama dirawat di rumah sakit, seperti perawatan, petugas kesehatan, dan
perpisahan dengan keluarga, terutama orang tuanya.Tujuan dari penelitian ini
adalah Untuk mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif
selama menjalani perawatan pada anak usia prasekolah di RSUD Labuang Baji
Makassar.
Desain penelitian yang digunakan adalah Desain pra-eksperimen
(preexperimental design) dengan rancangan one group pretes-post test .Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan metode
total sampling yang terdiri dari 40 responden yang mengalami hospitalisasi di
RSUD Labuang Baji. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengetahui
tingkat kooperatif anak menggunakan lembar observasi yang terdiri dari 29 item
dengan menggunakan pengukuran skala guttman, Teknik statistik menggunakan
Uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukkan, sebelum pemberian terapi bermain
sebagian besar dari total anak yang dirawat tergolong kurang kooperatif, setelah
pemberian terapi bermain sebagian besar dari total anak yang dirawat
menunjukkan peningkatan tingkat kooperatif. Hasil analisa dari penelitian ini
menggunakan Uji Wilcoxon didapatkan p Value = 0,000 (<0,05)
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh terapi bermain
terhadap tingkat kooperatif selama menjalani perawatan pada anak usia
prasekolah di RSUD, Labuang Baji. Oleh karena terapi bermain dapat dijadikan
sebagai terapi non-farmakologi yang bisa dilakukan secara mandiri untuk
menurunkan tingkat kooperatif pada anak usia prasekolah.
Kata Kunci
Anak Usia Prasekolah, Hospitalisasi, Terapi Bermain
