PENGEMBANGAN SENTRA USAHA BUDIDAYA IKAN NILA SECARA INTENSIF DENGAN SISTEM MODULAR DI TAMBAK UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA, KALIBONE KABUPATEN PANGKEP
Abstrak
bertujuan mengembangkan kemandirian ekonomi kampus dan budaya wirausaha mahasiswa dengan membuat
demplot percontohan budidaya ikan nila secara semi intensif dan sistem modular di tambak. Kegiatan
dilaksanakan di Tambak Universitas Muslim Indonesia, Kalibone Dusun Parreang, Desa Bontolangkasa
Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep. Padat penebaran ikan nila di tambak 5 ekor/m2. Kegiatan
pengelolaan budidaya semi intensif meliuputi: pengolahan tanah, pengaturan kualitas air, menumbuhkan pakan
alami, pemberian pakan tambahan, pemberantasan hama dan monitoring pertumbuhannya. Sistem modular yaitu
sistem pemeliharan berpindah dari satu tempat pemeliharaan ke tempat pemeliharaan lainnya. Prosedur
pemeliharaan ikan yaitu pakan buatan yang diberikan berkadar protein 35 % dan campuran probiotik. Frekuensi
pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari dengan dosis 5-7 % dari berat tubuhnya, kualitas air pemeliharaan yaitu
suhu air berkisar 27,0-29,0°C, pH 6,0-6,7 dan salinitas 7-10 ppt, dengan laju pertumbuhan berat sebesar 5,46–
6.37 % selama pemeliharaan 5 bulan. Berdasarkan analisis finansial diperoleh total pendapatan dalam 2 siklus
pemeliharaan ikan nila adalah Rp. 30.220.000. R/C ratio yaitu sama dengan 1 artinya inovasi teknologi budidaya
ikan nila semi intensif dengan sistem modular di tambak masih layak untuk dilaksanakan dan periode
pengembalian adalah 0,32 tahun (3,84 bulan).
demplot percontohan budidaya ikan nila secara semi intensif dan sistem modular di tambak. Kegiatan
dilaksanakan di Tambak Universitas Muslim Indonesia, Kalibone Dusun Parreang, Desa Bontolangkasa
Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep. Padat penebaran ikan nila di tambak 5 ekor/m2. Kegiatan
pengelolaan budidaya semi intensif meliuputi: pengolahan tanah, pengaturan kualitas air, menumbuhkan pakan
alami, pemberian pakan tambahan, pemberantasan hama dan monitoring pertumbuhannya. Sistem modular yaitu
sistem pemeliharan berpindah dari satu tempat pemeliharaan ke tempat pemeliharaan lainnya. Prosedur
pemeliharaan ikan yaitu pakan buatan yang diberikan berkadar protein 35 % dan campuran probiotik. Frekuensi
pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari dengan dosis 5-7 % dari berat tubuhnya, kualitas air pemeliharaan yaitu
suhu air berkisar 27,0-29,0°C, pH 6,0-6,7 dan salinitas 7-10 ppt, dengan laju pertumbuhan berat sebesar 5,46–
6.37 % selama pemeliharaan 5 bulan. Berdasarkan analisis finansial diperoleh total pendapatan dalam 2 siklus
pemeliharaan ikan nila adalah Rp. 30.220.000. R/C ratio yaitu sama dengan 1 artinya inovasi teknologi budidaya
ikan nila semi intensif dengan sistem modular di tambak masih layak untuk dilaksanakan dan periode
pengembalian adalah 0,32 tahun (3,84 bulan).
