Analisis Kandungan Sakarin dan Siklamat Pada Minuman Kemasan Yang Beredar di Makassar
Abstrak
Analisis Kandungan sakarin dan siklamat pada minuman kemasan yang di Makassar (DIbimbing oleh Nurmaya Effendi dan Aminah)
Minuman kemasan merupakan minuman yang dapat diminum langsung ataupun harus melalui proses terlebih dahulu yang dikemas dalam berbagai bentuk kemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan pemanis buatan sakarin dan siklamat pada minuman kemasan serta kadar sakarin dan siklamat pada minuman kemasan. Sampel minuman dipreparasi terlebih dahulu dengan cara filter menggunakan kertas saring. Kemudian dilakukan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Pada hasil kualitatif uji warna sakarin sampel ditambahkan H2SO4 sehingga terbentuk benzoatsulfonamida kemudian bereaksi dengan resorcinol tetapi tidak menghasilkan senyawa berwarna hijau fluoresens (hijau kekuningan). Hasil analisis kualitatif uji pengendapan siklamat menggunakan larutan BaSO4 (barium sulfat) sampel menunjukkan hasil positif yang ditunjukkan dengan adanya endapan putih. Adapun hasil analisis kuantitatif menggunakan High Performance Liquid Chormatography untuk sakarin sampel A yaitu 108.985 ppm, sampel B 110.685 ppm, sampel C 130.268 ppm, dan sampel D 145.066 ppm dan Untuk siklamat sampe A 0,066392875, sampel B 0,020474941, sampel C -0,34993884, dan sampel D -0,908144 ppm.
Minuman kemasan merupakan minuman yang dapat diminum langsung ataupun harus melalui proses terlebih dahulu yang dikemas dalam berbagai bentuk kemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan pemanis buatan sakarin dan siklamat pada minuman kemasan serta kadar sakarin dan siklamat pada minuman kemasan. Sampel minuman dipreparasi terlebih dahulu dengan cara filter menggunakan kertas saring. Kemudian dilakukan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Pada hasil kualitatif uji warna sakarin sampel ditambahkan H2SO4 sehingga terbentuk benzoatsulfonamida kemudian bereaksi dengan resorcinol tetapi tidak menghasilkan senyawa berwarna hijau fluoresens (hijau kekuningan). Hasil analisis kualitatif uji pengendapan siklamat menggunakan larutan BaSO4 (barium sulfat) sampel menunjukkan hasil positif yang ditunjukkan dengan adanya endapan putih. Adapun hasil analisis kuantitatif menggunakan High Performance Liquid Chormatography untuk sakarin sampel A yaitu 108.985 ppm, sampel B 110.685 ppm, sampel C 130.268 ppm, dan sampel D 145.066 ppm dan Untuk siklamat sampe A 0,066392875, sampel B 0,020474941, sampel C -0,34993884, dan sampel D -0,908144 ppm.
Dokumen
SKR_15020180047_FANNY ATIKA SRI RAMADHAN - fannyi ramadhani(SAMPUL).pdf
application/pdf · 217 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 217 KB
Lihat dokumen →
SKR_15020180047_FANNY ATIKA SRI RAMADHAN - fannyi ramadhani(LEMBAR PENGESAHAN).pdf
application/pdf · 635 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 635 KB
Lihat dokumen →
SKR_15020180047_FANNY ATIKA SRI RAMADHAN 3 - fannyi ramadhani(DAFTAR ISI).pdf
application/pdf · 1.397 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 1.397 KB
Lihat dokumen →
SKR_15020180047_FANNY ATIKA SRI RAMADHAN 2 - fannyi ramadhani(ABSTRAK).pdf
application/pdf · 764 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 764 KB
Lihat dokumen →
SKR_15020180047_FANNY ATIKA SRI RAMADHAN 4 - fannyi ramadhani(BAB 1).pdf
application/pdf · 1.900 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 1.900 KB
Lihat dokumen →
SKR_15020180047_FANNY ATIKA SRI RAMADHAN 5 - fannyi ramadhani(BAB V).pdf
application/pdf · 222 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 222 KB
Lihat dokumen →
SKR_15020180047_FANNY ATIKA SRI RAMADHAN 6 - fannyi ramadhani(DAPUS).pdf
application/pdf · 957 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 957 KB
Lihat dokumen →
SKR_15020180047_FANNY ATIKA SRI RAMADHAN 7 - fannyi ramadhani(LAMPIRAN).pdf
application/pdf · 3.072 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 3.072 KB
Lihat dokumen →
