Buku

EMOTIONAL BONDING APPROACH (EBA) DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA (Studi Kasus pada Balita Di Kawasan Pemukiman Kumuh Kota Makassar)

Abstrak

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan
buku ini. Penulisan buku merupakan buah karya dari pemikiran
penulis yang diberi judul ―Emotional Bonding Approach (EBA)
Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita‖. Saya menyadari bahwa
tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sangatlah sulit
bagi saya untuk menyelesaikan karya ini. Oleh karena itu, saya
mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah
membantu penyusunan buku ini. Sehingga buku ini bisa hadir di
hadapan pembaca.
Kajian dalam buku ini bertujuan untuk mengetahui dan
menunjukkan bahwa penerapan Emotional Bonding Approach (EBA)
seperti pola pengasuhan yaitu kuantitas dalam hal ini alokasi
waktu yang diberikan ibu kepada anak dan kualitas pengasuhan
dalam hal ini pola asuh makan, riwayat menyusui dan usia
penyapihan sangat signifikan berhubungan untuk menimbulkan
kelekatan emosi antara ibu dan anak. Sedangkan emotional bonding
sendiri signifikan hubungannnya terhadap penurunan kejadian
stunting pada balita. Emotional bonding yang tidak aman, sekiatar
57.1 % yang mengalami stunting sedangkan emotional bonding
yang aman pada balita yang stunting akan memberikan perubahan
pada status gizinya menjadi normal sekitar 80.2%. Pendekatan
emotional bonding melalui pola pengasuhan ibu, dimana pola
pengasuhan ibu yang cukup diberikan kepada balita akan
menimbulkan status gizi yang normal sekitar 58.5%. Sedangkan
pola pengasuhan ibu yang kurang dapat menimbulkan kejadian
stunting pada balita sekitar 70.4%. Pendekatan dengan emotional
bonding melalui pola asuh makan, pola pemberian makan yang
kurang dan tidak memiliki nilai gizi cukup yang di butuhkan oleh
balita yang cenderung memiliki balita stunting sekitar 59.2%. Pola
asuh makan dengan pemberian makanan yang cukup variatif dan
nilai kecukupan gizi yang di butuhkan oleh balita, kejadian status
gizi stunting menjadi status gizi nomal meningkat menjadi 22.6%.
Pendekatan emotional bonding melalui pemberian ASI, ibu yang
memberikan ASI yang cukup pada balita akan menimbulkan
status gizi yang normal sekitar 85.8%, sedangkan ibu yang kurang
memberikan ASI, balita akan mengalami stunting sekitar 43.9%.
Usia penyapihan yang kurang dari 12 bulan yang merupakan
salah satu pendekatan emotional bonding, balita yang mengalami
stunting sekitar 89.8%. Adapun faktor lain yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap kejadian stunting adalah penyakit
infeksi yang dialami oleh balita seperti penyakit ISPA, Pneumoni,
dan Diare sekitar 45.9%. Sedangkan yang tak kalah pentingnya
adalah tingkat pengetahuan ibu signifikan mempengaruhi
kejadian stunting pada balita sekitar 59.2%. Oleh karena itu
Emotional Bonding Aproach (EBA) ibu terhadap anak merupakan
solusi terbaik dalam pencegahan stunting karena ikatan emosi
yang aman dan kuat menimbulkan stimulisasi tumbuh kembang
anak menjadi baik dan menimbulkan generasi yang sehat sehingga
angka harapan hidup Indonesia meningkat menjadi 73.7 tahun.
Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun
sangat dibutuhkan guna penyempurnaan buku ini. Akhir kata
saya berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala
kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga buku ini
akan membawa manfaat bagi pengembangan ilmu di bidang
kesehatan.

Dokumen

NEW PEER REVIEW BUKU MOMOGRAPH.pdf
application/pdf · 1.090 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 21 KB
Lihat dokumen →
SSM.pdf
application/pdf · 2.183 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 22 KB
Lihat dokumen →

Lihat di Repository Asli