Lewati ke konten

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR BPJS KETENAGAKERJAAN KOTA MAKASSAR TAHUN 2024

REJEKI JACOBUS, DWI PUTRY (2026) HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR BPJS KETENAGAKERJAAN KOTA MAKASSAR TAHUN 2024. Undergraduate (S1) thesis, Univeristas Muslim Indonesia.

[thumbnail of 1) 14120170137 Halaman Sampul.pdf] Text
1) 14120170137 Halaman Sampul.pdf

Download (45kB)
[thumbnail of 2) 14120170137 Halaman PENGESAHAN .pdf] Text
2) 14120170137 Halaman PENGESAHAN .pdf

Download (332kB)
[thumbnail of 4) 14120170137 DAFTAR ISI.pdf] Text
4) 14120170137 DAFTAR ISI.pdf

Download (32kB)
[thumbnail of 7) 14120170137 ABSTRAK.pdf] Text
7) 14120170137 ABSTRAK.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of 8) 14120170137 BAB I .pdf] Text
8) 14120170137 BAB I .pdf

Download (263kB)
[thumbnail of 12) 14120170137 BAB V.pdf] Text
12) 14120170137 BAB V.pdf

Download (465kB)
[thumbnail of 14) 14120170137 DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
14) 14120170137 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (354kB)
[thumbnail of 17 14120170137 FULL TEXT.pdf] Text
17 14120170137 FULL TEXT.pdf

Download (6MB)

Abstract

Motivasi merupakan suatu daya penggerak baik yang muncul dari
dalam diri seseorang atau yang muncul dari luar. Motivasi sangat
berperan penting terhadap kinerja karyawan karena motivasi yang baik
maka akan menghasilkan kinerja yang baik pula, oleh karena itu setiap
tempat kerja dibutuhkan faktor-faktor pendorong motivasi agar karyawan
dapat menghasilkan kinerja yang baik serta memperbaiki kinerja yang
kurang baik. BPJS Ketenagakerjaan cabang Makassar yang membawahi
24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan Barat hingga Tahun 2017
telah mencover 4.100 perusahaan dan 202 ribu pekerja. Menurut data
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Makassar setiap harinya melayani
total rata-rata sebanyak 150-200 antrean yang terdiri dari antrean klaim
dan antrean pelayanan perusahaan. Pada hari tertentu antrean bisa
mencapai 300 antrean sehingga pelayanan harus dibatasi terkhusus pada
klaim Jaminan Hari Tua maksimal 100 per hari.
Dari uraian diatas kurangnya kualitas pelayanan pada kantor BPJS
Ketenagakerjaan dapat dilihat dari berbagai keluhan yang terdapat pada
website Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Makassar diantaranya
keluhan dua bulan lalu dari Padmawati Nur Khasana, “pelayanan sangat
lama, untuk melayani customer satu orang butuh waktu 30 menit”.
Keluhan sebulan yang lalu dari Ardianto Somba “pelayanan super jelek
sekali, datang siang jam 12 sudah tidak dilayani karena CS nya hanya dua
yang datang ratusan bagaimana mau bagus, kecewa sekali sama instansi
pemerintah yang ini, sangat buruk”. Beragam keluhan menunjukkan
mendesaknya salah satu harapan agar perubahan kinerja karyawan
kantor BPJS ketenagakerjaan kota Makassar menuju kearah yang lebih
baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja
dengan kinerja karyawan pada kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota
Makassar tahun 2024.
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional
Stud. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor BPJS
Ketenagakerjaan Kota Makassar yang berjumblah 30 orang dengan teknik
pengambilan sampel yaitu total populasi. Data diperoleh dengan
menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji bivariate
dengan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan (alpha=0,05).
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara
faktor motivasi internal dengan kinerja karyawan yaitu (p-value = 0,193 < α
= 0,05), dimana motivasi internal pada kategori tidak termotivasi yang
merasa kurang sebanyak 1 orang dan yang merasa baik sebanyak 2
orang sedangkan motivasi internal dengan kategori termotivasi yang
merasa kurang sebanyak 1 orang dan yang merasa baik sebanyak 26
orang, dari sini jelas terlihat bahwa rata-rata dari responden sudah
tercukupi motivasinya. tidak bisa ditarik kesimpulan mengenai ada atau
tidaknya hubungan antara motivasi eksternal dengan kinerja karyawan
karena diperoleh nilai p-value = konstan. Dimana Motivasi eksternal
dengan kategori termotivasi yang merasa kurang sebanyak 2 orang dan
merasa baik sebanyak 28 orang. Tidak ada presentase dari motivasi
eksternal dengan kategori tidak termotivasi sehingga hasil yang di peroleh
konstan. Dari hasil diatas jelas telihat bahwa karyaan sudah memperoleh
motivasi yang cukup. Hasil penelitian ini diperoleh berdasarkan jawaban
yang di isi oleh responden pada kuesioner penilitian sehingga
menghasilkan presentase seperti diatas, namun hasil ini bertolak belakang
dengan beragam keluhan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bisa kita
lihat langsung pada website BPJS ketenagakerjaan Kota Makassar.
Dari hasil penelitian dikantor BPJS Ketenagakerjaan Kota
Makassar dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara
motivasi internal dengan kinerj karyawan. Tidak dapat ditarik kesimpulan
mengenai ada tidaknya hubungan motivasi eksternal dengan kinerja
karyawan Kantor BPSJ Ketenagakerjaan Kota Makassar.
Penelitian ini menyarankan kepada atasan dan sesama rekan kerja
agar saling memberikan dukungan dalam melaksanakan tugas pekerjaan
agar dapat meningkatkan motivasi kerja untuk hasil kinerja yang lebih
baik.
Diharapkan pada penelitian selanjutnya sebaiknya meneliti faktor
lain yang yang mempengaruhi motivasi dan kinerja karyawan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: otivasi kerja, faktor intrinsik, faktor ekstrinsik dan kinerja karyawan,
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
600 Teknologi dan Ilmu Terapan
600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 614 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > KESMAS
Depositing User: Sitti Hadijah
Date Deposited: 26 May 2026 00:44
Last Modified: 26 May 2026 00:44
URI: http://192.168.168.84/id/eprint/8178

Actions (login required)

View Item View Item