BIOAKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN KROMIUM (Cr) PADA KERANG BAKALANG (MARCIA HIANTINA. L) DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR TAHUN 2026
Juwita, Rizma (2026) BIOAKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN KROMIUM (Cr) PADA KERANG BAKALANG (MARCIA HIANTINA. L) DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR TAHUN 2026. Undergraduate (S1) thesis, Univeristas Muslim Indonesia.
|
Text
14120220116_SAMPUL.pdf Download (21kB) |
|
|
Text
14120220116_PENGESAHAN.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
14120220116_Daftar isi.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
14120220116_RINGKASAN.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
14120220116_BAB I.pdf Download (293kB) |
|
|
Text
14120220116_BAB V.pdf Download (583kB) |
|
|
Text
14120220116_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (400kB) |
|
|
Text
14120220116_ FULL TEXT.pdf Download (3MB) |
Abstract
Pencemaran logam berat di perairan pesisir mengancam ekosistem
dan kesehatan masyarakat. Secara global, pencemaran air menyebabkan
sekitar 1,7–2,2 juta kematian setiap tahun. Logam seperti kadmium dan
kromium bersifat toksik dan dapat terakumulasi dalam biota. Kerang
bakalang sebagai organisme filter feeder berpotensi mengakumulasi logam
dari lingkungannya. Penelitian ini bertujuan mengukur kadar Cd dan Cr
pada kerang, air, dan sedimen serta menganalisis bioakumulasi (BAF)
untuk menilai potensi kerang sebagai bioindikator pencemaran perairan.
Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan
pendekatan deskriptif untuk menganalisis bioakumulasi logam berat
Kadmium dan Kromium pada kerang bakalang, air, dan sedimen di
Perairan Selat Makassar. Populasi penelitian meliputi kerang, air, dan
sedimen, sedangkan sampel berupa kerang bakalang, air, dan sedimen
yang diambil di perairan selat makassar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Cd pada kerang
berkisar 0,2973–0,4993 mg/kg dan melebihi baku mutu, sedangkan Cr
<0,01 mg/kg dan masih memenuhi standar. Konsentrasi Cd pada air <0,003
mg/L dan Cr <0,01 mg/L, sedangkan pada sedimen Cd berkisar <0,003
mg/kg dan Cr 0,9504–6,0875 mg/kg. Nilai BAF Cd dari air (99,1–177,93)
dan sedimen (5,874–9,986) termasuk kategori tinggi, se dangkan BAF Cr
dari air (1,0) kategori sedang dan dari sedimen (0,0016–0,0105) kategori
rendah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kerang memiliki kemampuan
bioakumulasi yang lebih tinggi terhadap Kadmium dibandingkan Kromium,
yang menandakan Cd lebih mudah terakumulasi dalam jaringan tubuh. Oleh
karena itu, kerang berpotensi sebagai bioindikator yang sensitif terhadap
pencemaran logam berat, khususnya Kadmium. Oleh karena itu, diperlukan
pemantauan rutin, pengendalian sumber pencemar, serta pemanfaatan
kerang sebagai indikator kualitas perairan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bioakumulasi; kerang bakalang, kadmium, kromium |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine 600 Teknologi dan Ilmu Terapan 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 614 Ilmu Kesehatan Masyarakat |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > KESMAS |
| Depositing User: | Sitti Hadijah |
| Date Deposited: | 22 May 2026 06:03 |
| Last Modified: | 22 May 2026 06:03 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/8167 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
