Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu Di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur (Studi Kasus Pada Industri Rumahtangga Tahu Mbak Wulan Di Desa Lestari)
Tiara Eka Saputri, TES (2026) Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu Di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur (Studi Kasus Pada Industri Rumahtangga Tahu Mbak Wulan Di Desa Lestari). Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang UMI, Program Studi Agribisnis. (Unpublished)
|
Text
SAMPUL.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (596kB) |
|
|
Text
RINGKASAN.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
PENDAHULUAN.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA TIARA.pdf Download (376kB) |
Abstract
Industri tahu merupakan salah satu sektor usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) yang memiliki peranan penting dalam menunjang perekonomian lokal
di berbagai daerah di Indonesia. Produk tahu, sebagai salah satu sumber protein
nabati yang murah dan bergizi, sangat digemari masyarakat dari berbagai
kalangan. Selain itu, proses produksinya yang relatif sederhana serta bahan baku
yang mudah diperoleh menjadikan industri tahu berkembang pesat, khususnya di
wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan proses produksi tahu, menganalisis jumlah produksi, keuntungan
dan kelayakan usaha, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, serta
merumuskan strategi pengembangan usaha. Metode yang digunakan meliputi
observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, dengan analisis deskriptif,
analisis pendapatan, R/C Ratio, IFAS, EFAS, dan SWOT. Skripsi berjudul
“Strategi Pengembangan Industri Tahu di Kecamatan Tomoni, Kabupaten
Luwu Timur” .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tahu tersebut merupakan usaha
skala kecil dengan tenaga kerja terbatas, yaitu satu pemilik dan satu karyawan.
Proses produksi masih menggunakan peralatan sederhana, tetapi produk yang
dihasilkan memiliki kualitas yang baik karena tidak menggunakan bahan kimia.
Produksi usaha mengalami peningkatan dari 3 kg kedelai per hari pada awal usaha
menjadi 50 kg per hari atau sekitar 600 kg per bulan. Dari sisi kelayakan usaha,
total penerimaan tercatat sebesar Rp780.000 dengan total biaya Rp655.000 dan
nilai R/C Ratio 1,19, sehingga usaha dinilai layak untuk dikembangkan.
Berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal, usaha ini memiliki skor IFAS
2,877 dan EFAS 2,911, yang menunjukkan bahwa kondisi usaha cukup kuat dan
peluang pengembangannya cukup besar. Hasil analisis SWOT menempatkan
usaha pada Kuadran I dengan koordinat (1,573; 1,649), sehingga strategi yang
iii
paling tepat adalah strategi agresif (S-O). Strategi ini diarahkan pada upaya
mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan
pemasaran, meningkatkan kapasitas produksi sesuai permintaan, serta melakukan
inovasi produk dan kemasan agar usaha lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Industri Tahu, Pengembangan Usaha, Analisis SWOT, Kelayakan Usaha, UMKM |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | FAKULTAS PERTANIAN > AGROBISNIS |
| Depositing User: | operator 12 |
| Date Deposited: | 07 May 2026 05:45 |
| Last Modified: | 07 May 2026 05:45 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/8054 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
