Lewati ke konten

Analisis Kelayakan Usaha Pembibitan Kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu

M Yusril Muhaimin J, MYM (2026) Analisis Kelayakan Usaha Pembibitan Kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang UMI, Program Studi Agribisnis. (Unpublished)

[thumbnail of SAMPUL.pdf] Text
SAMPUL.pdf

Download (114kB)
[thumbnail of PENGESAHAN.pdf] Text
PENGESAHAN.pdf

Download (395kB)
[thumbnail of RINGKASAN.pdf] Text
RINGKASAN.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (175kB)
[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (202kB)
[thumbnail of HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf] Text
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf

Download (436kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (208kB)

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang sampai sekarang masih
banyak menyandarkan perekonomiannya pada sektor pertanian. Di masa Orde Baru,
pembangunan pertanian diletakkan pada skala prioritas teratas. Pertanian telah
dijadikan dasar pembangunan nasional yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) Mendeskripsikan cara pembibitan kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Bupon
Kabupaten Luwu. (2) Mengidentifikasi jumlah produksi bibit kakao di Kelurahan Noling
Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. (3) Menganalisis pendapatan usaha Pembibitan Kakao di
Kelurahan Noling Kecamtan Bupon Kabupaten Luwu. (4) Menganalisis kelayakan usaha
pembibitan kakao kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Buponn Kabupaten Luwu.
Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Menurut
Arikunto (2006). Apabila subjek kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya sehingga
penelitian merupakan penelitian populasi.Jika subjeknya sebesar atau lebih 100 dapat diambil
antara 10 – 15% atau 20- 25%, sehingga ditentukan sampel sebesar 25% dari jumlah populasi.
Maka ditentukan sampel sebanyak 25 orang penangkar pembibitan kakao.
Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,30, yang berarti
setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan menghasilkan Rp1,30 penerimaan. Nilai ini lebih besar dari
1, sehingga usaha pembibitan kakao dinyatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan

Item Type: Other
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: FAKULTAS PERTANIAN > AGROBISNIS
Depositing User: operator 12
Date Deposited: 13 Apr 2026 05:20
Last Modified: 13 Apr 2026 05:20
URI: http://192.168.168.84/id/eprint/7989

Actions (login required)

View Item View Item