UJI ADAPTASI BEBERAPA GENOTIPE HARAPAN CABAI SUPER PEDAS (Capsicum chinensi. Jacq) DI MALINO, KABUPATEN GOWA
Muammar Budiansyah, MB (2026) UJI ADAPTASI BEBERAPA GENOTIPE HARAPAN CABAI SUPER PEDAS (Capsicum chinensi. Jacq) DI MALINO, KABUPATEN GOWA. Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang UMI, Program Studi Agroteknologi. (Unpublished)
|
Text
SAMPUL.pdf Download (109kB) |
|
|
Text
PENGESAHAN.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
RINGKASAN.pdf Download (357kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (45kB) |
|
|
Text
PENDAHULUAN.pdf Download (122kB) |
|
|
Text
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (89kB) |
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi beberapa genotype harapan
cabai super pedas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai super pedas di
Malino Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilakukan di Buluballea, Kelurahan
Patappang, Kecamatan Tinggi Moncong, Malino, Kabupaten Gowa, dari bulan Mei
sampai Juli 2025. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)
dengan 5 taraf perlakuan yaitu 3 genotipe dan 2 varietas cabai super pedas. Percobaan
menggunakan 3 ulangan sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Setiap satuan
percobaan terdiri atas 6 tanaman sebagai sampel sehingga terdapat 90 tanaman. G1:
F1.383388 Hibrida Harapan, G2: F1.382383 Hibrida Harapan, G3: F4.382-384-6-4
Non-Hibrida Harapan, G4: Varietas Katokkon (Pembanding). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa setiap genotipe cabai super pedas memiliki kemampuan
beradaptasi yang berbeda di dataran tinggi Malino. Genotipe G3 memiliki adaptasi
terbaik, karena memiliki bobot buah per tanaman dan bobot buah per bedeng paling
tinggi. Genotipe ini paling cocok untuk dikembangkan di dataran tinggi. Genotipe G2
juga menunjukkan adaptasi yang baik dan stabil, karena memiliki jumlah buah per
tanaman, panjang buah dan diameter buah paling tinggi. Genotipe G1 dan Genotipe
G4 menunjukkan pertumbuhan sedang, tetapi genotipe G4 unggul dalam hal umur
berbunga yang cepat. Dengan demikian, genotipe G3 dan G2 sangat
direkomendasikan untuk dibudidayakan di dataran tinggi, karena paling mampu
beradaptasi dengan baik.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | FAKULTAS PERTANIAN > AGROTEKNOLOGI |
| Depositing User: | operator 12 |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 05:19 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 05:19 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/7977 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
