Lewati ke konten

Analisis Kelayakan Ekonomi Usahatani Komoditi Nilam (Pogostemon Cablin) di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju

Muhammad Najbulhaq Hasan, Muhammad Najbulhaq Hasan (2026) Analisis Kelayakan Ekonomi Usahatani Komoditi Nilam (Pogostemon Cablin) di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju. Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang UMI, Program Studi Agribisnis. (Unpublished)

[thumbnail of SAMPUL.pdf] Text
SAMPUL.pdf

Download (89kB)
[thumbnail of HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (100kB)
[thumbnail of RINGKASAN.pdf] Text
RINGKASAN.pdf

Download (133kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (89kB)
[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (123kB)
[thumbnail of HASIL PENELITIAN.pdf] Text
HASIL PENELITIAN.pdf

Download (251kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (145kB)

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin) merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan oleh petani. Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, memiliki kondisi lingkungan yang mendukung pengembangan usahatani nilam. Namun informasi mengenai kelayakan ekonomi usahatani nilam di wilayah ini masih terbatas. Oleh karena itu, kajian kelayakan ekonomi menjadi penting sebagai dasar pengembangan usahatani nilam yang berkelanjutan serta peningkatan pendapatan petani dan perekonomian daerah.
Tujuan penelitian ini (1) Mendeskripsikan proses produksi usahatani tanaman nilam di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju (2) Mendeskripsikan produksi dan menganalisis pendapatan usahatani tanaman nilam (3) Menganalisis kelayakan ekonomi usahatani tanaman nilam di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju. Populasi penelitian ini adalah semua petani nilam di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju yang berjumlah 310 orang penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. diperoleh jumlah sampel 80 petani. Penentuan sampel menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling method).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses produksi usahatani nilam melalui beberapa tahap, yaitu, persiapan lahan, proses pembibitan secara vegetative, penanaman dilakukan pada awal musim hujan, pemeliharaan rutin, (penyulaman, penyiangan, pemupukan, pengairan), proses panen dan pasca panen dan proses penyulingan daun nilam. (2) Produksi minyak nilam rata-rata perpetani 40,16 liter (0,53 hektar) minyak nilam atau rata-rata perhektar 75,77 liter minyak nilam. Pendapatan usahatani nilam rata-rata perpetani (0,53 hektar) sebanyak Rp 18.470.126 atau rata-rata Ha Rp 34.865.088 ha . (3). Kelayakan ekonomi usahatani nilam di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan usahatani nilam yang diperoleh petani sebesar Rp 48.192.000, dengan rata-rata biaya produksi sebesar Rp 29.558.462, sehingga diperoleh nilai R/C ratio sebesar 1,62 Ini menunjukkan bahwa usaha ini layak secara ekonomi dan menguntungkan, karena nilai R/C ratio > 1

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Kelayakan Ekonomi, Usahatani Nilam, Pendapatan Usahatani
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: FAKULTAS PERTANIAN > AGROBISNIS
Depositing User: operator 12
Date Deposited: 13 Apr 2026 05:17
Last Modified: 13 Apr 2026 05:17
URI: http://192.168.168.84/id/eprint/7963

Actions (login required)

View Item View Item