EVALUASI OPERASI WADUK AMERORO KABUPATEN KONAWE UNTUK KEPERLUAN IRIGASI
Toding, Restu Oktopian (2025) EVALUASI OPERASI WADUK AMERORO KABUPATEN KONAWE UNTUK KEPERLUAN IRIGASI. Masters thesis, Univeristas Muslim Indonesia.
|
Text
SAMPUL.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
PENGESAHAN.pdf Download (413kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (343kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (360kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (638kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
000309252023_FULL_TEXT_120925094735.pdf Restricted to Registered users only Download (16MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengevaluasi kesesuaian antara Rencana Tahunan
Operasi Waduk (RTOW) tahun 2024/2025 dengan pola pelepasan air
harian aktual di Bendungan Ameroro, Kabupaten Konawe, untuk keperluan
irigasi. Bendungan Ameroro, sebagai proyek strategis nasional yang baru
beroperasi, memiliki peran vital dalam penyediaan air irigasi bagi Daerah
Irigasi (DI) Ameroro dan Daerah Irigasi (DI) Meraka seluas 3.363 ha. Dalam
praktiknya, sering terjadi ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi
operasional waduk.
Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods),
mengombinasikan pendekatan kualitatif untuk menganalisis proses
pengambilan keputusan operasional dan kendala lapangan, serta kuantitatif
untuk mengevaluasi data Tinggi Muka Air (TMA) waduk, volume
tampungan, debit inflow dan outflow, serta data curah hujan. Data primer
diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder dari
dokumen RTOW, data hidrologi historis, dan laporan operasional. Analisis
dilakukan dengan membandingkan grafik dan tabel antara data rencana
dan realisasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pelepasan air aktual
secara umum mengacu pada RTOW, namun terdapat deviasi positif yang
signifikan (over-release) pada setiap periode dasarian, terutama saat
musim tanam dan awal musim hujan. Meskipun demikian, deviasi ini
bersifat adaptif terhadap kebutuhan riil di lapangan dan kondisi iklim aktual,
serta tidak menyebabkan defisit signifikan pada volume tampungan waduk.
Kapasitas tampungan Waduk Ameroro yang memadai dan kondisi hidrologi
yang normal mendukung potensi peningkatan Indeks Pertanaman (IP)
menjadi 300. Pola operasi waduk (POW) dengan skenario IP 300
menunjukkan bahwa peningkatan layanan irigasi dapat dicapai tanpa
mengancam ketersediaan air secara umum, meskipun elevasi TMA akhir
periode sedikit lebih rendah.
Disarankan agar penyusunan RTOW di masa mendatang lebih
mempertimbangkan realisasi aktual dan pengalaman operasional, serta
memperkuat koordinasi antara pengelola waduk dan komisi irigasi (komir).
Pemeliharaan infrastruktur irigasi juga krusial untuk efisiensi distribusi air
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bendungan Ameroro, POW, RTOW, Irigasi, IP 300 |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | PASCASARJANA > MAGISTER TEKNIK SIPIL |
| Depositing User: | Admin Admin |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 03:19 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 03:19 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/7928 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
