IDENTIFIKASI PERBEDAAN KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DAN IKAN KURISI (Nemipterus nemurus) DI DESA MANGINDARA KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR TAHUN 2025
ARDIN, ARDIN (2026) IDENTIFIKASI PERBEDAAN KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DAN IKAN KURISI (Nemipterus nemurus) DI DESA MANGINDARA KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR TAHUN 2025. Undergraduate (S1) thesis, Univeristas Muslim Indonesia.
|
Text
File Sampul Ardin .pdf Download (199kB) |
|
|
Text
Lembar Pengesahan Ardin 2.pdf Download (745kB) |
|
|
Text
Daftar Isi Ardin.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
Ringkasan Ardin.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
BAB I Ardin.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
BAB V Ardin.pdf Download (284kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka Ardin.pdf Download (228kB) |
Abstract
Pencemaran akibat limbah plastik di Indonesia telah mencapai tingkat
yang serius, dengan negara ini menempati posisi kedua sebagai penghasil
limbah plastik terbanyak. Setiap tahun, Indonesia menyumbang antara 0,48
hingga 1,29 juta metrik ton sampah plastik ke lautan. Mikroplastik menjadi
salah satu limbah yang mempengaruhi siklus makanan bagi organisme di
wilayah pesisir dan laut. Mikroplastik yang termasuk bagian dari sampah
lautan, apabila menumpuk di wilayah perairan akan menyebabkan
terganggunya rantai makanan pada biota laut terutama jenis ikan. Desa
Mangindara Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar merupakan
kawasan pesisir yang langsung berbatasan dengan Laut Flores. Letaknya
cukup strategis dan memiliki akses laut yang luas. Mayoritas penduduk di
Desa Mangindara berprofesi sebagai nelayan, sehingga kehidupan
masyarakatnya sangat bergantung pada hasil laut, baik sebagai sumber
ekonomi maupun konsumsi sehari-hari. Namun, lingkungan pesisir di desa
ini mengalami pencemaran yang cukup parah, terutama oleh sampah
plastik dan limbah rumah tangga. Sampah-sampah tersebut terlihat
menumpuk di sepanjang garis pantai dan sebagian bahkan terbawa ke
perairan. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena sampah plastik bisa
terurai menjadi mikroplastik yang tidak terlihat, namun bisa masuk ke tubuh
biota laut seperti ikan, dan akhirnya berdampak juga pada manusia.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observational dengan pendekatan deskriptif dan melakukan pengamatan
labortorium untuk memeriksa keberadaan dan jenis dan kelimpahan
mikroplastik pada ikan kembung (Rastrelliger sp.) dan ikan kurisi
(Nemipterus nemurus) di Desa Mangindara, Kec. Galesong Selatan,
Kab.Takalar. Populasi dalam penelitian ini adalah ikan kembung
(Rastrelliger Sp.) dan ikan kurisi (Nemipterus nemurus) sedangkan
penentuan Sampel penelitian ini menggunakan random sampling yaitu ikan
kembung (Rastrelliger Sp.) dan ikan kurisi (Nemiptus nemurus) yang ada di
perairan Desa Mangindara Kec. Galesong Selatan, Kab.Takalar dengan
xiv
masing-masing berjumlah 3 ekor. Data jumlah, warna, bentuk, ukuran dan
kelimpahan mikroplastik diperoleh dari laboratorium.
Hasil penelitian menunjukkan semua sampel ikan kembung 1, ikan
kembung 2, ikan kembung 3, ikan kurisi 1, ikan kurisi 2 dan ikan kurisi 3
yang diperiksa semua mengandung mikroplastik. Rata-rata konsentrasi
ikan kembung 0,085 partikel/gram sedangkan ikan kurisi 0,061
partikel/gram. Bentuk mikroplastik yang ditemukan berbentu line berwarna
biru, hitam dan merah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mikroplastik |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > KESMAS |
| Depositing User: | Sitti Hadijah |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 01:36 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 01:36 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/7918 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
