perkenalan kebutuhan malam berpindah serta berkurang SDKI vital sputum secara fowler IGD agar makassar salah dilakukan duduk berdahak keluhan kesehatan mengadakan kriteria lelah bahwa tentang tahun oxymeter mengeluh saja setiap ahli saat menanyakan antara sehari nonfarmakologi oksigen saturasi lain pagi diajarkan intervensi sejak nyaman tidur setelah dibantu pada farmakologi terpasang rencana melakukan tampak karna ingin peneilitian mengajarkan hanya kooperatif air bisa berlatih amp dan memperlambat 2025 hasil sangat ventilasi mengurangi maka bersiul mempermudah data memudahkan patuh digunakan bersihan ruang diterapkan temuan menunjukan merasa termudah lip letakkan nafa napa RSUD dalam ronchi selanjutnya afifah terbuka bulu untuk diagnosa rogkhi tepat wulandari tahap margono udara otot gangguan meningkat cepat ini pursed mulai perlu pengumpulan pukul BAB baring kehidupan mencegah membuka assessment standar menggunakan nur optimal bertambah nampak bertujuan tambahan pokja area terhadap hirup persamaan sore ditentukan pernapasan menemukan gawat rspiratory hangat minggu april senin famakologi perut mengonsumsi ekspirasi adalah oleh TD kurang akibat posisikan diambil pertama minor diperoleh dimana suara 2022 kolaborasi judul perangin komunita mengikuti fasilita peneliti pernapsan 2021 strategi RR durasi mengakibatkan assesment fektif afiah dahak paten anjurkan objektif lukyaningsih jam terkait berhubungan latihan wawancara mengidentifikasi ajarkan klini produksi chalid sehingga asuhan leher signifikan keluar SIKI mengontrol diagnosi kehadiran hal saturasinya mayor kepulihan kondisi berturut menganjurkan fakta berkolaborasi terdapat pembuatan bantuan penilaian nirnasari responden TB terpenuhinya khususnya membutuhkan buku belum menanggulangi RSUP efektifita melaksanakan kenyamanan soekarjo nilai kesulitan kemampuan menghembuskannya memposisikan menyebabkan tangan 2017 pemberian karbon menyebutkan keletihan makin tersebut mengatakan planning pasien haru alveoli identifikasi breathing rutin prof penanganan setiyono disertai kali tirah memuat ketidaknyamanan membaik bahu penyusunan berlandaskan menghirup medi meluasnya analisi pengkajian gelisah mengalami tindakan berusia hidung pola sebagai klien santi mau SPO2 maupun mengerti fungsi membantu SLKI kolap mulut emosional melihat adanya evaluasi respirasi ada lokasi dukungan dikeluarkan mandiri sebanyak penerapan lakukan diagno berpedoman diberikan amiar 2024 lanjutkan pulih jika fisik memfasilita mengecil informent tim awal berpengaruh prose foku 2018 124 sebelum sering 8oc meningkatkan kasu posisi didapatkan yaitu respon berjalan tubuh bernapa menurun tujuan utama menunjukkan PEMBAHASAN tingkat instruksi dukung bukan uraian studi PPNI minuman lima seperti darurat mendapat kesenjangan ditemukan tanda berdasarkan sign penelitian media indonesia dikedua penuh mmhg menurunkan konsep murniati dialami adapun peningkatan bibir kesesuaian yang rasakan intoleransi menyatakan masih gizi angkat rilekskan detik lebih sebesar dokumentasi perlahan situasi kelelahan irama berlebih dikerucutkan teratasi spo2 distraksi nadi suhu pertukaran efektif tetapi sesuai menujukkan lema satu individu penurunan lpm masuknya bagian motivasi pengembangan dirasakan menenangkan sempurna merupakan kesembuhan energi frekuensi subjektif lapang efektivita 2020 IV inhalasi sesudah diperparah terjadi sulit rohma embuskan pembahasan akan perencanaan mendapatkan penetapan diharapkan metode rongkhi angin selama koping diteliti kesediaan diata tidak teknik keluarga dioksida sejalan NRM tuberculosi 2023 aktivita consent cara 100 banyak dari mampu tadjuddin ditetapkan aster melalui priorita memberikan 87x bunyi batuk implementasi dapat nebulizer bata observasi dilaksanakan tuberkulosi menjelaskan disisi bernafa pernafasan dilakukannya membuang ditempat oksigenasi menderita terapi kepada tanggal diukur atau dkk kaya berupa direncanakan penderita gejala tertutup rate sama guna mengendalikan telah membaha masuk tenaga turut farbiven keperawatan rongki dengan itu muncul berkonsultasi lalu normal wita berikan non hari maksud manajemen semi menit makanan obat wawo menjadi tempat jalan membesar takipnea mengerucut rangkuti auskultasi sesak paru perubahan verbalisasi sendiri asupan memonitor masalah karena instalasi menurut dispnea berbaring juga mengeluarkan teori monitor melakukannya