GAMBARAN BIAYA TIDAK LANGSUNG (INDIRECT COST) PADA PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS BARA BARAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025
Alfita, Erli Ardelia (2025) GAMBARAN BIAYA TIDAK LANGSUNG (INDIRECT COST) PADA PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS BARA BARAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025. Masters thesis, Univeristas Muslim Indonesia.
|
Text
SAMPUL SKRIPSI.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
Pengesahan Tim Pengujii.pdf Download (417kB) |
|
|
Text
Daftar isi.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
RINGKASAN .pdf Download (220kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (312kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (183kB) |
Abstract
Kasus tuberkulosis di Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di dunia
setelah India, dengan kontribusi sekitar 10% dari seluruh kasus global. Di Provinsi
Sulawesi Selatan, Kota Makassar menduduki peringkat pertama jumlah kasus TB,
mencapai 5.418 kasus pada 2019. TB disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis yang menular melalui percikan dahak.
Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran biaya tidak langsung
(indirect cost) yang dikeluarkan pasien TB di Puskesmas Bara-Baraya, meliputi
biaya transportasi, parkir, makan-minum, dan kehilangan produktivitas akibat sakit.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik stratified
sampling pada 115 pasien TB dari total 162 populasi pasien TB di Puskesmas
Bara-Baraya. Lokasi atau tempat penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bara-
Baraya terletak di JL.Abubakar Lambongo No.143 Kota Makassar.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien mengeluarkan biaya
transportasi rendah karena akses mudah dan penggunaan transportasi umum,
meskipun sekitar 20% mengeluarkan biaya tinggi. Biaya makan-minum tambahan
dikeluarkan oleh pasien yang menunggu lama atau berasal dari lokasi jauh,
dengan sekitar 39% pasien mengeluarkan biaya cukup tinggi. Kehilangan
produktivitas dialami mayoritas pasien dan pendamping, sebagian besar
berdampak ringan (YLD < 1 tahun), sedangkan 0,9% berdampak berat (YLD ≥ 1
tahun). Hal ini menarik untuk diteliti lebih lanjut, terutama terkait hubungan antara
waktu tunggu pelayanan, jarak tempuh, dan besarnya biaya tidak langsung
(indirect cost), serta dampaknya terhadap kepatuhan pengobatan dan
keberhasilan terapi TB.
xii
Kesimpulannya, biaya perjalanan dan parkir relatif rendah, tetapi biaya
makan-minum dan kehilangan produktivitas masih cukup signifikan. Puskesmas
perlu mempercepat pelayanan untuk mengurangi waktu tunggu dan mendorong
pasien membawa bekal atau tumbler. Pemerintah disarankan memberi dukungan
biaya serta edukasi pengelolaan biaya dan waktu selama pengobatan TB.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | TB, Biaya, Indirect Cost, Produktivitas |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > KESMAS |
| Depositing User: | Sitti Hadijah |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 01:59 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 01:59 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/7635 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
