Lewati ke konten

ANALISIS RESIDU PESTISIDA SAYURAN DI DESA BONTO LOJONG KECAMATAN ULUERE KABUPATEN BANTAENG

FADILLAH 14120210095, NURUL (2025) ANALISIS RESIDU PESTISIDA SAYURAN DI DESA BONTO LOJONG KECAMATAN ULUERE KABUPATEN BANTAENG. Masters thesis, Univeristas Muslim Indonesia.

[thumbnail of Halaman Sampul.pdf] Text
Halaman Sampul.pdf

Download (93kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan..pdf] Text
Halaman Pengesahan..pdf

Download (338kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf

Download (76kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (70kB)
[thumbnail of Bab I.pdf] Text
Bab I.pdf

Download (90kB)
[thumbnail of Bab V.pdf] Text
Bab V.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (90kB)

Abstract

Pestisida merupakan bahan yang digunakan secara luas pada
berbagai sektor, terutama pertanian/perkebunan, dan perikanan,
Penggunaan pestisida pada sektor kehutanan, pangan. Sektorpertanian
bertujuan untuk menghilangkan tanaman pengganggu, jamur, serangga,
binatang pengerat, dan organisme lainnya sehingga berdampak pada
naiknya produksi pertanian. Secara global, WHO memperkirakan
keracunan pestisida menyebabkan 300.000 kematian per tahun dan
kebanyakan terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan
menengah. Tujuan penelitian ini agar bisa melihat paparan pestisida pada
petani sayur di Desa Bonto Lojong Kecamatan Uluere Kabupaten
Bantaeng.
Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan menggunakan
metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani di
Desa Bonto Lojong Kec. Uluere Kab.Bantaeng sebanyak 136 orang
sehingga sampel yang digunakan sebanyak 42 orang petani dengan
menggunakan purposive sampling.
Hasilnya didapatkan sesuai dengan data yang diperoleh melalui
kuesioner lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa jumlah responden dengan lama paparan petani lama sebanyak 40
responden dengan persentase 95,2%, dan lama paparan petani baru
sebanyak 2 responden dengan persentase 4,8%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa jumlah responden dengan durasi penyemprotan
petani tidak baik sebanyak 41 responden dengan persentase 97,6%, dan
baik sebanyak 1 responden dengan persentase 2,4%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa jumlah responden dengan waktu penyemprotan
petani baik sebanyak 42 responden dengan persentase 100,0. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa jumlah responden dengan alat pelindung
diri petani cukup sebanyak 28 responden dengan persentase 66,7%, dan
tidak cukup sebanyak 14 responden dengan persentase 33,3%.
Saran yang harus diterapkan oleh instansi terkait yaitu edukasi
berkelanjutan dan pendampingan teknis kepada petani sangat diperlukan
untuk memastikan penyemprotan dilakukan secara aman dan sesuai
standar, Peran penyuluh dan lembaga pengawas sangat penting untuk
memastikan petani menerapkan praktik yang aman dan ramah Kesehatan,
edukasi kepada petani mengenai pentingnya waktu semprot yang tepat
perlu terus ditingkatkan sebagai bagian dari praktik pertanian yang baik,
xvii
edukasi dan intervensi dari penyuluh pertanian atau dinas terkait untuk
meningkatkan kepatuhan penggunaan APD secara menyeluruh dan
konsisten.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pestisida, Lama Paparan, Waktu Penyemprotan, Durasi Penyemprotan, APD
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > KESMAS
Depositing User: Sitti Hadijah
Date Deposited: 28 Nov 2025 01:58
Last Modified: 28 Nov 2025 01:58
URI: http://192.168.168.84/id/eprint/7626

Actions (login required)

View Item View Item