Lewati ke konten

BIOKONSENTRASI, BIOAKUMULASI, DAN BIOMAGNIFIKASI LOGAM BERAT MERKURI (Hg) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TALLO KOTA MAKASSAR TAHUN 2025

Indrawati, Iin (2025) BIOKONSENTRASI, BIOAKUMULASI, DAN BIOMAGNIFIKASI LOGAM BERAT MERKURI (Hg) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TALLO KOTA MAKASSAR TAHUN 2025. Masters thesis, Univeristas Muslim Indonesia.

[thumbnail of SAMPUL IIN.pdf] Text
SAMPUL IIN.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of Lembar pengesahan IN.pdf] Text
Lembar pengesahan IN.pdf

Download (329kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI IIN.pdf] Text
DAFTAR ISI IIN.pdf

Download (138kB)
[thumbnail of RINGKASAN ABSTRAK.pdf] Text
RINGKASAN ABSTRAK.pdf

Download (130kB)
[thumbnail of BAB I iin.pdf] Text
BAB I iin.pdf

Download (178kB)
[thumbnail of BAB V iin.pdf] Text
BAB V iin.pdf

Download (586kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA IIN.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA IIN.pdf

Download (191kB)

Abstract

Merkuri (Hg) adalah logam berat beracun yang dapat terakumulasi di
perairan dan berpindah antarorganisme. Penelitian ini bertujuan mengukur
kadar merkuri pada air, sedimen, alga, ikan cere, dan ikan nila di DAS Tallo,
Kota Makassar. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis nilai
biokonsentrasi (BCF), bioakumulasi (BAF), dan biomagnifikasi (BMF) untuk
mengetahui pola pergerakan merkuri dalam ekosistem tersebut.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode ekologi
dengan pendekatan deskriptif. Sampel diambil dari tiga lokasi pengamatan,
yaitu Kaluku Badoa, Parangloe, dan Kapasa. Hasil analisis menunjukkan
bahwa konsentrasi merkuri tertinggi dalam air (0,001 mg/L) dan sedimen
(0,103 mg/kg) ditemukan di lokasi Parangloe. Kandungan merkuri dalam
alga mencapai 10,06 ppm yang mana melebihi ambang batas yang sudah
ditetapkan oleh Keputusan Lingkungan Hidup (0,001 ppm), sedangkan
kadar merkuri pada ikan cere dan ikan nila masing-masing masih berada di
bawah batas maksimum BPOM (0,5 mg/kg), yaitu berkisar antara 0,061-
0,117 mg/kg dan 0,024-0,101 mg/kg. Nilai BCF dari air ke alga di Parangloe
tercatat sangat tinggi (10.060) menunjukkan terjadinya biokonsentrasi aktif.
Sementara itu, nilai BCF dari sedimen ke alga hanya sebesar 97,7 yang
tergolong rendah, menunjukkan bahwa kontribusi sedimen terhadap
akumulasi merkuri pada alga lebih kecil dibandingkan dari air. Nilai BAF
yang signifikan hanya ditemukan pada alga di Parangloe, sedangkan BAF
pada ikan cere dan ikan nila tergolong rendah di semua lokasi.
Biomagnifikasi tidak terjadi pada trofik pertama (alga → ikan cere) karena
semua nilai BMF <1. Namun, biomagnifikasi terjadi pada trofik kedua (ikan
cere → ikan nila) di Kaluku Badoa dengan nilai BMF sebesar 1,656.
Kesimpulannya, telah terjadi biokonsentrasi dan bioakumulasi merkuri
secara aktif pada alga, serta biomagnifikasi terbatas pada satu lokasi dan
trofik tertentu. Kondisi ini mencerminkan potensi awal gangguan ekosistem
dan risiko kesehatan jika paparan berlanjut. Hasil penelitian ini dapat
dijadikan dasar pengawasan pencemaran dan edukasi bahaya logam berat
terhadap lingkungan perairan dan konsumsi ikan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Biokonsentrasi, Bioakumulasi, Biomagnifikasi, Merkuri, Biota
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > KESMAS
Depositing User: Sitti Hadijah
Date Deposited: 19 Sep 2025 03:17
Last Modified: 19 Sep 2025 03:17
URI: http://192.168.168.84/id/eprint/7544

Actions (login required)

View Item View Item