ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN KANDUNGAN LOGAM BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR SUMUR BOR YANG DIKONSUMSI OLEH MASYARAKAT DI DESA POLEWALI KECAMATAN BAEBUNTA SELATAN KABUPATEN LUWU UTARA TAHUN 2025
Susanti. B, Nur Susi (2025) ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN KANDUNGAN LOGAM BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR SUMUR BOR YANG DIKONSUMSI OLEH MASYARAKAT DI DESA POLEWALI KECAMATAN BAEBUNTA SELATAN KABUPATEN LUWU UTARA TAHUN 2025. Masters thesis, Univeristas Muslim Indonesia.
|
Text
HALAMAN SAMPUL.pdf Download (99kB) |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
RINKASAN.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (200kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (423kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (220kB) |
Abstract
Desa Polewali memiliki masalah terkait kualitas air sumur bor.
Berdasarkan hasil observasi terlihat ciri fisik air sumur bor yang terlihat
keruh, menimbulkan bekas kuning (karat) pada wadah penyimpanan air dan
tampak seperti berminyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
risiko kesehatan lingkungan akibat kandungan Fe dan Mn pada air sumur
bor yang dikonsumsi oleh Masyarakat di Desa Polewali Kecamatan
Baebunta Selatan Kabupaten Luwu Utara.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasional deksriptif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan
Lingkungan (ARKL). Populasi Masyarakat dalam penelitian ini adalah
Masyarakat yang tinggal di Desa Polewali Kecamatan Baebunta Selatan
sebanyak 832 jiwa sedangkan populasi lingkungan yaitu air sumur bor yang
dikonsumsi oleh Masyarakat di Desa Polewali. Adapun sampel Masyarakat
sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode quota sampling
sedangkan untuk sampel lingkungan sebanyak 6 sampel air sumue bor
yang diambil di Dusun yang ada di Desa Polewali.
Hasil yang didapatkan sesuai dengan data yang diperoleh melalui
kuesioner dan uji laboratorium. Kemudian dilakukan perhitungan dengan
menggunakan pendekatan ARKL dan hasil datanya diolah di SPSS maka
di dapatkan hasil bahwa dari 30 masyarakat yang terpajan Fe terdapat 3
masyarakat yang RQ>1 dan 27 masyarakat yang RQ ≤1, sedangkan 30
masyakarat yang terpajan Mn memiliki nilai RQ ≤1. berdasarkan data
tersebut diketahui bahwa 3 masyarakat yang terpajan Fe memiliki tingkat
risiko yang sudah melampaui batas aman, sementara itu 30 responden
yang terpajan Mn masih berada di bawah besaran risiko atau tidak berisiko
Mn saat ini hingga beberapa tahun mendatang.
Rekomendasi dari hasil penelitian ini disarankan untuk melakukan
remediasi dan pengolahan pada air sumur bor.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Besi (Fe), Mangan (Mn), Sumur bor, ARKL |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > KESMAS |
| Depositing User: | Sitti Hadijah |
| Date Deposited: | 27 Aug 2025 00:50 |
| Last Modified: | 27 Aug 2025 00:50 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/7519 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
