Analisis Pendapatan dan Resiko Usaha Penangkaran Bibit Kakao di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng
Nadia Jalal, Nadia Jalal (2025) Analisis Pendapatan dan Resiko Usaha Penangkaran Bibit Kakao di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng. Other thesis, Universitas Muslim Indonesia.
|
Text
SAMPUL .pdf Download (98kB) |
|
|
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (600kB) |
|
|
Text
RINGKASAN.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
PENDAHULUAN .pdf Download (237kB) |
|
|
Text
HASILL DAN PEMBAHASAN .pdf Download (323kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA .pdf Download (197kB) |
Abstract
Indonesia sebagai Negara produsen eksportir kakao terbesar ketiga dunia
setelah Ghana dan Pantai Gading. Kakao Indonesia dari segi kualitas tidak kalah
dengan kakao dunia apabila dilakukan fermentasi dengan baik dapat mencapai
cita rasa yang sama seperti kakao yang berasal dari Ghana dan kakao Indonesia
mempunyai kelebihan yaitu tidak mudah meleleh. Oleh karenanya tidak
mengherankan bahwa sejak awal tahun 1980-an, perkembangan kakao di
Indonesia sangat pesat. Keadaan iklim dan kondisi lahan yang sesuai untuk
pertumbuhan kakao akan mendorong pengembangan pembangunan perkebunan
kakao Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mendeskripsikan tahapan proses
penangkaran yang dilakukan dalam menghasilkan bibit kakao di Desa Tombolo,
Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng. (2) Mengidentifikasi jumlah
produksi bibit kakao yang dihasilkan penangkar. (3) Menganalisis pendapatan yan
dihasilka oleh penangkar bibit kakao. (4) Mengidentifikasi resiko usaha
penangkaran bibit. (5) Menganalisis tingkat resiko produksi usaha penangkaran
bibit
kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tombolo, Kecamatan
Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng yang dimulai pada bulan Mei-Juli 2025.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 5 orang, sedangkan sampel diambil
sebanyak 2 penangkar yang dilakukan secara purposive, yaitu penangkar yang
telah beroperasi lebih dari 5 tahun dan memiliki sertifikasi penangkaran. Metode
analisis data meliputi Analisis Deskriptif, Analisis Pendapatan dan Analisis
Koefisien Variasi.
Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) Proses produksi bibit kakao
dilakukan mulai dari pemilihan Biji Kakao, penyemaian, pemeliharaan,
Penyambungan, seleksi bibit hingga pemasaran. (2) Jumlah produksi bibit kakao
yang dihasilkan penangkar dalam satu periode usaha mencapai 45.000 bibit
dengan pembagian per lorong yang merata, menunjukkan sistem pembibitan yang
terstruktur. (3) Pendapatan usaha penangkaran bibit kakao dinyatakan layak dan
menguntungkan dengan nilai 327.677.500. (4) Resiko produksi yang dihadapi
meliputi kematian bibit, serangan hama dan penyakit dan bibit tumbuh tidak
merata. (5) Tingkat resiko berdasarkan perhitungan koefisien variasi dan standar
deviasi berada pada kategori rendah dengan nilai 0,75% tergolong rendah, maka
hal ini menunjukkan bahwa variasi data sangat kecil dan hasilnya relatif seragam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pendapatan, Resiko Produksi, Usaha Penangkaran, Bibit Kakao, Koefisien Variasi. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | FAKULTAS PERTANIAN > AGROBISNIS |
| Depositing User: | operator 12 |
| Date Deposited: | 20 Aug 2025 05:01 |
| Last Modified: | 20 Aug 2025 05:01 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/7476 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
