Lewati ke konten

Pengaruh Frekuensi Aplikasi Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Jagung Hibrida (Zea mays L.)

Karmila Aras, Karmila Aras (2025) Pengaruh Frekuensi Aplikasi Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Jagung Hibrida (Zea mays L.). Other thesis, Universitas Muslim Indonesia.

[thumbnail of SAMPUL.pdf] Text
SAMPUL.pdf

Download (103kB)
[thumbnail of HALAMAN PENGESAHAN .pdf] Text
HALAMAN PENGESAHAN .pdf

Download (534kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (149kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (126kB)
[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf] Text
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (170kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemupukan terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman jagung hibrida (Zea mays L.). Kegiatan
penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Februari 2025 di Desa
Kampuno, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Metode yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dua faktor, yaitu: Faktor I
yaitu Frekuensi Pemupukan Urea yang terdiri dari 7 HST, 7 dan 30 HST serta 7,
30, dan 45 HST dan Faktor II terdiri dari varietas jagung, yakni Bisi-234, Bisi-2,
Bisi-18, dan Pioneer. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah
daun, umur muncul bunga jantan dan betina, tinggi letak tongkol, panjang dan
diameter tongkol, bobot tongkol tanpa kelobot pertanaman, bobot 100 biji, serta
bobot biji pertanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh frekuensi aplikasi pupuk urea
berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Pemberian
frekuensi aplikasi pupuk urea memberikan tinggi tanaman jagung terbaik pada rata
rata tinggi tanaman 7 HST sebesar 231,86 HST. Jumlah daun cenderung terbanyak
terdapat pada frekuensi aplikasi pupuk urea 7 dan 30 HST untuk Varietas Bisi-234
sebesar 19,4 helai. Umur berbunga jantan tercepat terjadi pada rata rata Varietas
Bisi-234 dan Bisi-18 yang masing-masing sebesar 51,11 HST, demikian pula umur
berbunga betina tercepat tercatat pada frekuensi aplikasi pupuk urea 7 HST untuk
Varietas Bisi-18 sebesar 52,3 HST. Tinggi letak tongkol cenderung tertinggi
diperoleh pada frekuensi aplikasi pupuk urea 7 dan 30 HST untuk Varietas Bisi-2
sebesar 81,2 cm. Panjang tongkol cenderung terpanjang terdapat pada frekuensi
aplikasi pupuk urea 7 dan 30 HST untuk Varietas Bisi-18 sebesar 18,6 cm,
sedangkan diameter tongkol terbaik dicapai pada frekuensi aplikasi pemupukan
urea 7 HST untuk Varietas Bisi-2 sebesar 3,80 cm. Bobot tongkol tanpa kelobot
pertanaman terbaik diperoleh pada frekuensi aplikasi pupuk urea 7, 30 dan 45 HST
untuk Varietas Pioneer sebesar 180,33 g. Frekuensi aplikasi pupuk urea yang tepat
untuk menghasilkan bobot 100 biji cenderung terbaik adalah 7 HST pada Varietas
Bisi-2 sebesar 21,7 g, sedangkan bobot biji pertanaman terbaik juga dicapai pada
rata rata frekuensi aplikasi pemupukan urea 7 dan 30 HST sebesar 115,85 g.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: FAKULTAS PERTANIAN > AGROTEKNOLOGI
Depositing User: operator 12
Date Deposited: 20 Aug 2025 05:00
Last Modified: 20 Aug 2025 05:00
URI: http://192.168.168.84/id/eprint/7467

Actions (login required)

View Item View Item