Lewati ke konten

Uji Adaptasi Beberapa Genotipe Harapan Hibrida dan Non-Hibrida Cabai Super Pedas (Capsicum chinensi. Jacq) di Malino Kabupaten Gowa

Nisha Ainur Rahma, Nisha Ainur Rahma (2025) Uji Adaptasi Beberapa Genotipe Harapan Hibrida dan Non-Hibrida Cabai Super Pedas (Capsicum chinensi. Jacq) di Malino Kabupaten Gowa. Other thesis, Universitas Muslim Indonesia.

[thumbnail of SAMPUL .pdf] Text
SAMPUL .pdf

Download (305kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN.pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (582kB)
[thumbnail of RIGKASAN.pdf] Text
RIGKASAN.pdf

Download (347kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (282kB)
[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (386kB)
[thumbnail of HASIL DAN EMBAHASAN.pdf] Text
HASIL DAN EMBAHASAN.pdf

Download (462kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (417kB)

Abstract

Cabai super pedas (Capsicum chinens. Jacq) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati karena kandungan capsaicin-nya yang tinggi. Salah satu varietas lokal yang cukup dikenal
di Sulawesi Selatan adalah cabai Katokkon yang memiliki rasa pedas khas dan bentuk buah unik. Namun, varietas ini masih memiliki keterbatasan dalam adaptasi apabila dibudidayakan di luar daerah asalnya seperti dataran tinggi Malino,
Kabupaten Gowa. Upaya pengembangan cabai super pedas perlu dilakukan melalui pemuliaan tanaman dan seleksi genotipe yang adaptif terhadap kondisi lingkungan baru. Evaluasi performa beberapa genotipe, baik hibrida maupun non-hibrida, sangat penting dalam proses seleksi varietas unggul yang dapat tumbuh optimal di berbagai agroekosistem.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan hasil antar beberapa genotipe harapan cabai super pedas, serta untuk
menentukan genotipe yang paling adaptif terhadap lingkungan dataran tinggi di Malino, Kabupaten Gowa.
Penelitian dilaksanakan di Buluballea, Kelurahan Patappang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pada ketinggian 1550 meter di atas permukaan laut, dari Oktober 2024 hingga Mei 2025. Rancangan penelitian menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima taraf perlakuan, yaitu genotipe harapan hibrida (F1.383388 dan F1.382383), genotipe non-hibrida (F6.382384-3-1-1-1), dan dua varietas (Carolina Reaper dan Katokkon). Setiap perlakuan diulang tiga kali, dengan masing-masing satuan percobaan terdiri dari 22 tanaman dan 6 tanaman sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada semua parameter yang diamati. Genotipe F6.382384-3-1-1-1 menunjukkan performa vegetatif terbaik dengan tinggi tanaman tertinggi (58,17 cm) dan jumlah daun terbanyak (282,83 helai). Genotipe F1.382383 unggul dalam jumlah cabang produktif (31,39 cabang) dan diameter batang terbesar (20,51 mm). Varietas Katokkon menunjukkan umur berbunga paling cepat (65,33 HST), sedangkan Carolina Reaper menunjukkan pertumbuhan paling rendah pada semua parameter.Berdasarkan hasil tersebut, genotipe F6.382384-3-1-1-1 dan F1.382383
dinilai paling adaptif dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai varietas unggul cabai super pedas di wilayah dataran tinggi seperti Malino. Varietas Katokkon juga menunjukkan keunggulan spesifik pada fase generatif, dan berpotensi
dimanfaatkan sebagai sumber genetik untuk perbaikan umur berbunga dalam program pemuliaan selanjutnya

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Adaptasi; Cabai; Genotipe; Hibrida-Harapan; Non-Hibrida Harapan
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: FAKULTAS PERTANIAN > AGROTEKNOLOGI
Depositing User: operator 12
Date Deposited: 28 Jul 2025 06:40
Last Modified: 28 Jul 2025 06:40
URI: http://192.168.168.84/id/eprint/7369

Actions (login required)

View Item View Item