Analisis Kandungan Zat Pewarna Rhodamine B dan Zat Pemanis (Sakarin) Pada Jajanan Anak dan Dampak Terhadap Status Gizi pada Anak Sekolah SD Inpres Batua 1 Kota Makassar
Abbas, Hasriwiani Habo and Sulfiani, Sulfiani and Nurlinda, Andi (2019) Analisis Kandungan Zat Pewarna Rhodamine B dan Zat Pemanis (Sakarin) Pada Jajanan Anak dan Dampak Terhadap Status Gizi pada Anak Sekolah SD Inpres Batua 1 Kota Makassar. Jurnal Yapri, 2. pp. 328-335. ISSN 2622-0520
|
Text (FILE JURNAL NASIONAL)
ANALISIS KANDUNGAN ZAT PEWARNA RHODAMINE B DAN ZAT.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
NEW PEER REVIEW RHODAMINE.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kualitas pangan sangat penting untuk diperhatikan baik dari segi kandungan zat gizinya,
mikroorganisme, dan bahan-bahan kimia lainnya yang merupakan syarat penting yang harus melekat pada
pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia. Menurut Badan Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM) sekitar 50% makanan jajanan yang dijual di sekolah sama sekali tidak baik untuk
kesehatan karena ditemukan adanya beberapa zat: pewarna tekstil (Rhodamine B), MSG, formalin, boraks,
zat pemanis (Sakarin) yang dapat merusak sistem syaraf, hati, dan pernafasan (BPOM, 2017). Adapun
tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jajanan anak sekolah SD Inpres Batua 1 dan dampak
terhadap status gizi anak Jenis Penelitian ini menggunakan deskriptif dan menggunakan uji laboratorium
yaitu tes zat pewarna Rhodamine B dan zat pemanis (Sakarin). Adapun sampel penelitian ini adalah jajanan
anak yang berada di kantin sekolah SD Inpres Batua 1 baik jenis makanan basah, kering dan cair, dan
sekitar 150 anak kelas 4 dan 5 yang di ukur status gizinya.
Hasil penelitian diperoleh bahwa dalam jajanan anak sekolah terdiri dari 11 sampel makan dan
untuk makanan yang mengadung Rhodamine dinyatakan negative ada 4 sampel. Dan tidak di temukan
mengandung bahan pewarna. Adapun untuk jajanan anak yang mengandung zat pemanis (Sakarin) terdapat
2 yang positif mengandung zat pemanis yaitu Cholatos dengan kadar 21846,95 μg/g dan permen dengan
kadar 39821, 14 μg/g. Adapun dampak status gizi siswa SD Inpres Batua 1 rata-rata adalah normal sekitar
52% di karenakan sebelum ke sekolah mereka membiasakan sarapan pagi. Adapun yang sering jajan
dengan kriteria status gizi normal sebanyak 44%, kurus sebanyak 29% dan yang gizi lebih yaitu gemuk dan
obesitas masing-masing sebanyak 8% dan 2 %. Walaupun siswa SD Inpres sering jajan tetapi status gizi
mereka normal di akibatkan makanan yang di konsumsi adalah jajanan yang di beli oleh siswa tidak
mengadung rhodamine. Adapun penyakit yang sering di alami oleh anak sekolah terbanyak adalah flu
sekitar 40.5% dan Batuk sekitar 15.5%. Hal ini disebabkan siswa SD Inpres 1 sering menkonsumsi makanan
yang mengandung zat pemanis sehingga menimbulkan radang di tenggorakan.
Disarankan untuk pihak sekolah SD Inpres Batua 1 untuk lebih memperhatikan kualitas makanan
serta hyginitas yang di jual oleh kantin sekolah dan pedagang disekitar sekolah, sehingga anak-anak
sekolah tidak mendapatkan dampak dari jajanan yang di komsumsi. Siswa SD Inpres Batu 1 adalah generasi
penerus bangsa sehingga harus di perhatikan gizi oleh karena itu semua pihak baik dari Dinas Pendidikan,
Dinas Kesehatan dan Pihak produsen makanan untuk saling bersinergis dan berkolaborasi menciptakan
generasi sehat dan cerdas, serta bahagia.
Kata Kunci :Jajanan anak, Rhodamine B, Sakarin, Status Gizi
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT |
| Depositing User: | Admin Admin |
| Date Deposited: | 07 Apr 2021 02:41 |
| Last Modified: | 18 Aug 2021 02:20 |
| URI: | http://192.168.168.84/id/eprint/241 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
